“Makanya, saya kan langsung sambil sarapan ketawa. Ih bilang ada Raja Jawa. Terus aku mikir aku mau kenalan juga deh sama Raja Jawanya,” ungkap Megawati diiringi tawa para kader dan bakal calon kepala daerah PDIP yang hadir di Kantor DPP PDIP, Jakarta.

Sentilan Megawati ini bukan sekadar lelucon, tetapi juga mempertanyakan pemahaman Bahlil tentang istilah tersebut. Ia bahkan bertanya dengan nada bercanda, “Loh iya dong. Sejak kapan ada Raja Jawa? Awas loh ya kalau nanti dipelintir-pelintir. Loh emang bener toh semua orang juga denger. Kapan ada Raja Jawanya. Opo nggak gile?”

Baca Juga: Jokowi Berulang Kali Sebut Putusan Mahkamah Konstitusi Final dan Mengikat

Pidato Bahlil yang menyebut Raja Jawa dalam konteks visi misinya sebagai calon tunggal ketua umum Golkar memang menjadi perhatian. Dalam pidatonya, Bahlil mengingatkan agar partainya tidak main-main dengan Raja Jawa.

“Jadi kita harus lebih paten lagi. Soalnya Raja Jawa ini kalau kita main-main celaka kita,” tegas Bahlil saat penyampaian visi misi sebelum dirinya resmi ditetapkan sebagai ketua umum di Munas Golkar.