JAKARTA, TELISIK.ID - Direktur Social Policy dan Political Studies (Sospol's) Cecep Sopandi menilai, pelaksanaan Pilkada serentak 2020 pada Desember mendatang sangat berbahaya, dengan adanya peningkatan jumlah pasien yang positif terinfeksi Coronavirus atau COVID-19.
Bahaya ini, kata Cecep, tidak hanya terjadi pada masyarakat Indonesia, tetapi juga akan menjadikan sejarah buruk bagi demokrasi bangsa, jika pelaksanaan Pilkada tetap dilangsungkan pada Desember nanti.
"Melaksanakan Pilkada di tengah tingginya angka positif COVID-19 tentu sangat berbahaya, bukan hanya bagi masyarakat tapi juga akan berpotensi jadi sejarah buruk demokrasi di Indonesia jika membawa bencana," kata Cecep saat dihubungi Telisik.id di Jakarta, Sabtu (12/9/2020).
Magister Komunikasi Politik Mercu Buana ini melanjutkan, dari jumlah pemilih tetap di Indonesia sebanyak 106 juta orang, diperkirakan akan ada 82 juta orang mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memenuhi haknya sebagai warga negara dalam pesta demokrasi nanti.
Baca juga: COVID-19 Terus Mengancam, Komnas HAM Minta Pilkada Ditunda
