Satu hal yang menarik perhatian, Asisten III Setda Provinsi Sulawesi Tenggara ini yakni manajemen kelembagaan dan tenaga kerja yang diterapkan Puslit Koka khususnya aspek pemberdayaan masyarakat sekitar.
Menurut Pj Bupati Kolaka Utara, kerja sama dengan alih teknologi pengolahan biji kakao untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam mengolah biji kakao menjadi coklat sehingga memiliki nilai tambah bagi petani dan daerah sangat penting.
Baca Juga: Dewan Kolaka Utara Terima Rancangan Nota Kesepakatan Perubahan KU-PPAS APBD 2024 untuk Ditetapkan
"Puslit Koka Jember ini merupakan mitra potensial bagi Pemerintah Daerah Kolaka Utara dalam pengembangan komoditi kakao dan kopi pada masa mendatang di Kolaka Utara," kata Pj Bupati.
Tata kelola dan manajemen kakao dari hulu dan hilir, lanjut Alumnus Sosial Ekonomi, Institut Pertanian Bogor (IPB) ini dapat diterapkan di Kolaka Utara disebabkan karakteristik petani yang nyaris sama.
