"Aktif berpartisipasi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sebagai salah satu upaya menekan angka inflasi," pinta Sekda.
Kepala Bappeda Kolaka Utara, Ihwan menuturkan, angka stunting Kolaka Utara masih berada di 24 persen. Angka tersebut menempatkan Kabupaten Kolaka Utara di posisi 5 terbawah dari 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Meski angka kasus stunting tersebut berhasil ditekan dari 29 persen ke 24 persen, namun angka tersebut masih terbilang tinggi dan jauh dari target nasional yang menginginkan berada di angka14 persen pada tahun 2024.
"Mungkin diperlukan penguatan dari semua stakeholder agar angka tersebut bisa ditekan," jelasnya.
Baca Juga: Dinilai Banyak Persoalan, Gubernur Diminta Tak Buru-buru Pilih Dirut Bank Sumut
