Baca Juga: Layanan Puskesmas Bisa Pincang, DPRD Kendari Komit Tolak Honorer Dihapus

Sebagai puskesmas terbesar di Kota Kendari dengan PAD yang besar, tidak balance atau seimbang dengan perhatian dari dinas kesehatan.

Mestinya pemerintah kota melalui dinas kesehatan memberikan perhatiannya terhadap puskesmas sebagai sarana kesehatan. Dikatakan, jika ada bagian gedung puskesmas yang rusak, maka akan mengganggu layanan di puskesmas.

Baca Juga: Capai Rp 123 Miliar, 64 SMK Sulawesi Tenggara Terima DAK Tahun Ini

Untuk itu DPRD akan memanggil dinas kesehatan dan pihak terkait dalam rangka persiapan pembahasan APBD perubahan dan APBD induk 2023.