Indra Wijaya menjelaskan, kendaraan listrik sebagai salah satu instrumen promosi dan citra transportasi ramah lingkungan yang dapat memberikan dampak besar terhadap kemajuan penggunaan transportasi berbasis baterai di Pulau Timor.
"Ekosistem kendaraan listrik sudah cukup baik dengan infrastruktur yang intens kita gencarkan karena ini menjadi kewajiban kita untuk mendukung transportasi zero waste," katanya, Selasa (24/1/2023).
Atambua, kata dia, menjadi lokasi strategis untuk pembangunan fasilitas tersebut karena juga merupakan wilayah beranda yang menjadi etalase Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari negara tetangga.
Ia menambahkan, adanya SPKLU di Atambua, maka saat ini PLN telah menghadirkan empat titik SPKLU yang tersebar di Nusa Tenggara Timur, tiga titik lainnya tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, dan Kabupaten Manggarai Barat.
Baca Juga: Lagi, Tiga Polisi di Nusa Tenggara Timur Dipecat Tidak Hormat
