Ia pun mempertanyakan, mengapa hanya Koltim saja yang mendapat SK karateker, sementara terdapat beberapa kabupaten lain yang sudah mengajukan karateker dikarenakan masa jabatan yang sudah berakhir.
"Padahal Konkep bupatinya ajukan, Konsel juga ajukan, Buteng juga ajukan, kenapa yang ajukan itu tidak dibuat sama. Asas keadilannya dimana?" tanyanya.
Baca Juga: Pengurus Lama Meja Hijaukan SK KONI, Pengurus Baru: Nanti Malu, Kan Kasihan
Olehnya, ia memperbaiki kembali struktur KONI Sultra. Itu juga dilakukan untuk kembalikan kredibilitas organisasi, sekaligus menghadapi perhelatan olahraga ke depan.
"Kita juga ini kan sedang menghadapi Porprov di tahun depan," pungkasnya.
