Baca Juga: Peredaran Pil Ekstasi di Sumatera Utara Dikendalikan dari Lapas Diungkap Polisi

“Kondisi mayat tersebut memang, posisi kepala itu sudah menjadi tengkorak. Tapi badan itu masih utuh. Nah ini kami punya fotonya. Ini posisi kepalanya sudah menjadi tengkorak, badannya utuh. Ini menjadi pertanyaan kami, kenapa untuk mengungkap ini saja, polisi tidak bisa cepat," ucapnya.

Akbar juga mempertanyakan, adanya dua penjelasan berbeda dari pihak kepolisian soal apa yang korban minum hingga tewas.

“Kenapa Kapolsek Patumbak menyatakan bahwa yang bersangkutan mati karena minum Baygon. Sedangkan di hari yang lain, Kapolrestabes Medan menyatakan bahwa yang bersangkutan matinya karena minum racun sianida. Dan itu jelas ada. Di YouTube, di media massa itu ada keterangan Kapolrestabes Medan. Perbedaan-perbedaan ini juga yang menyebabkan janggal bagi kami. Pertanyaan besar bagi kami. Ada apa ini," tuturnya.

Penasehat hukum keluarga korban ini juga menyinggung soal tulisan tangan korban.