Baca Juga: Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 2026 Dikenakan Pajak, Begini Reaksi Purbaya

Eddy menjelaskan, kondisi fiskal Indonesia saat ini masih membutuhkan penerimaan negara untuk menutup kekurangan anggaran. Belanja negara mencapai sekitar Rp 3.800 triliun, sedangkan penerimaan negara berada di kisaran Rp 3.200 triliun. Selisih antara keduanya masih harus dipenuhi melalui pembiayaan utang.

"Jadi kita harus ngukur belanja negara, ngukur penerimaan negara. Ini kalau masih kurang, masih ada hutang loh. Kita APBN pengeluaran Rp 3.800 triliun, penerimaan kita Rp 3.200-an. Kita masih utang Rp 600 triliun untuk menutupnya," ujarnya.

Ia kemudian mengibaratkan kondisi tersebut seperti pengelolaan keuangan rumah tangga. Menurutnya, ketika pengeluaran lebih besar dibandingkan pemasukan dan masih terdapat cicilan yang harus dibayar, pemberian fasilitas tambahan perlu dipertimbangkan secara hati-hati.

"Sebagai ibu rumah tangga pasti tahu, kalau masih ada cicilan, masih ada utang, beban lebih gede dibanding pemasukan, apakah kita masih berani ngasih banyak fasilitas lagi? Itu jujur," jelasnya.