Jika ditelusuri faktor terlemparnya PPP juga banyak terungkap karena banyak pengurus partai yang kurang giat turun langsung ke bawah untuk mendengarkan aspirasi kader. Dan, keputusan yang semuanya didasari dari atas ke bawah, bukan sebaliknya dari pengurus di bawah lalu naik ke tingkat pusat. Sehingga tampak jelas, keputusan di PPP tidak didasari dari penyerapan aspirasi tetapi berupa perintah dari Pusat kepada kader-kadernya di daerah.

Baca Juga: Berebut Kursi Ketua DPR Periode 2024-2029

Model dari pengambilan keputusan PPP tersebut, yang diyakini para elite di Pusat tidak memiliki kedekatan emosional dengan konstituen maupun masyarakat, lalu bagaimana mereka memperjuangkan kepentingan konstituen dan masyarakatnya.

Wajar akhirnya, konstituen dan masyarakat pun enggan memberikan suara kepada PPP dengan konsekuensi realitas partai ini terlempar dari Senayan karena gagal memenuhi syarat minimal parliamentary threshold (ambang batas parlemen).

Salah Pilih Strategi Politik