Pilihan PPP mengusung Ganjar dan berkoalisi dengan PDI Perjuangan juga suatu kesalahan dalam memutuskan memilih koalisi, sebab konstituen PPP lebih cenderung memilih kepada Anies ketimbang Ganjar.
Ini jelas menunjukkan PPP tidak melakukan penyerapan aspirasi konstituennya dalam memilih koalisi, sehingga PPP akhirnya malah ditinggal oleh pemilih loyalnya.
Strategi PPP yang salah memilih strategi politik ini juga disertai salah memilih sosok untuk dijadikan tokoh sentral yakni Sandiaga Uno.
Mardiono salah memilih tokoh populer, Sandiaga bukan sosok yang mengakar dari PPP, Sandiaga juga bukan tokoh Islami dengan latar Islam Tradisional, ditambah pula faktanya Sandiaga bukanlah berlatar kuat pengusaha dan awalnya dari partai nasionalis yakni Gerindra.
Baca Juga: Polemik Parliamentary Threshold
