Tantangan Demokrasi dan Ekonomi Pasca Pidato Prabowo

Isi pidato Presiden Prabowo merangkum gagasan besar mengenai nasionalisme ekonomi, ekonomi Indonesia ke depan menguatkan faham sosialisme yang berpijak pada Pasal 33 dan 34 sebagai komitmen negara untuk mengedepankan kepentingan rakyat, ekonomi ke depan juga menguatkan akan semangat kekeluargaan, dan sentralisasi kendali negara dalam berbagai keputusan dan kebijakan ekonomi ke depannya.  

Baca Juga: Karut Marut dan Abai Kepedulian Kepada Rakyat

Prabowo dalam pidatonya meyakinkan dan mengajak rakyat untuk percaya bahwa kesejahteraan hanya bisa dicapai dengan menerapkan sistem komando. Prabowo seolah mendukung semangat demokrasi terpimpin yang pernah dijalankan oleh Presiden Soekarno dulu, dengan rekam jejak Prabowo sebagai militer maka demokrasi terpimpin layaknya demokrasi komando ala dirinya.

Prabowo juga menginginkan dirinya dikenang bukan sekadar sebagai Presiden tetapi juga sebagai arsitek transformasi ekonomi nasional. Dengan bahasa yang sederhana dalam pidato Prabowo, ia ingin penyampaian pesannya agar langsung dapat dimengerti dan dipercayai oleh masyarakat. Ia ingin memberi pesan politik kepemimpinannya saat ini telah mencanangkan deklarasi arah baru ekonomi politik Indonesia dibanding sekadar penyampaian angka RAPBN.