Prabowo memang telah lama menyadari legitimasi politiknya tidak cukup hanya dengan stabilitas, tetapi juga harus dibangun dalam narasi perjuangan nasional akan kebangkitan ekonomi dengan menggagas arah baru ekonomi Indonesia di bawah kendali kepemimpinannya. Momentum Hari Kebangkitan Nasional dijadikan sebagai dasar Kebangkitan Ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Oleh sebab itu, Prabowo menginginkan seluruh elemen negara terkonsolidasi mendukung kepemimpinannnya dan juga mendukung seluruh kebijakan pemerintah dengan melalui sistem komando yang dipimpinnya. Ini menjelaskan bahwa Kebangkitan Nasional adalah Kebangkitan Ekonomi dan sekaligus Kebangkitan Demokrasi Terpimpin model baru.
Dengan Presiden Prabowo langsung menyampaikan RAPBN 2027, menunjukkan bahwa Publik tidak perlu lagi berdebat mengenai “apa visi Prabowo”, karena visinya sudah sangat jelas disampaikan dalam momentum kebangkitan nasional, yakni demokrasi ekonomi kekeluargaan yang berkelindan dengan kontrol langsung dari Presiden. Pidato ini memang upaya nyata akan konsolidasi politik nasional. Pesannya sederhana bahwa seluruh elemen negara harus berada di belakang presiden untuk mendukung agenda besar pemerintah.
Ketika presiden sendiri turun tangan menjelaskan arah RAPBN, maka bukan sekadar yang ingin disasar adalah meningkatkan kepercayaan publik kepada Presiden, tetapi juga terbentang tantangan dalam mengomandoi kinerja pemerintahannya menjadi lebih baik dalam mengedepankan kepentingan rakyat. Tantangan ini yang akan menjadi hasil berupa penilaian mengenai seberapa puas rakyat akan kinerja pemerintahan yang dikomandoi oleh Presiden Prabowo.
Baca Juga: PSI Kehilangan Arah
