KENDARI, TELISIK.ID - Baru-baru ini dunia digemparkan dengan fenomena alam badai El-nino yang menimpa beberapa negara, termasuk Indonesia.

Prakirawan BMKG Kendari, Zainuddin menjelaskan, badai El-nino merupakan kondisi fenomena global antara lautan dan atmosfer. El-nino terjadi ketika suhu di Samudera Pasifik menghangat dan menyerap suhu laut disekitarnya, termasuk laut Indonesia menjadi lebih dingin.

Suhu laut yang dingin tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan awan hujan lebih sedikit dan berpotensi menimbulkan kekeringan.

Zainuddin menyebut, fenomena El-nino di Indonesia diprediksi sudah dimulai sejak Mei sampai dengan tahun 2024 mendatang.

Baca Juga: Bumi Tak Siap Hadapi Badai Matahari Super, Kiamat Internet Bakal Terjadi