“Program ini kami siapkan serius, mulai dari pemetaan minat siswa, pelatihan, hingga kerja sama dengan BP3MI dan Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Sitti Ma’wa Rohani.
Ia menambahkan, mayoritas lulusan SMKN 6 Kendari memilih bekerja terlebih dahulu sambil melanjutkan kuliah secara daring, sebagaimana yang telah dilakukan sejumlah alumni.
Baca Juga: SMKN 4 Kendari Hentikan Iuran Orang Tua, Butuh Perhatian Khusus Pemerintah untuk Pendidikan Kejuruan
Meski demikian, pihak sekolah mengakui masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, hampir di seluruh jurusan.
Kebutuhan mendesak meliputi komputer, laboratorium Analisis Pengujian Laboratorium (APL), serta peralatan praktik pertambangan bernilai miliaran rupiah.
