KONAWE UTARA, TELISIK.ID - Seruan global yang mendesak untuk minyak sawit yang diproduksi secara berkelanjutan semakin meningkatkan kesadaran berbagai pemangku kepentingan.
Sejak tahun 2013 ada 74 persen penyulingan minyak sawit di Asia Tenggara yang sudah menyatakan bahwa mereka sudah memenuhi kapasitas. Dinamika produksi sawit saat ini terus menyebabkan deforestasi dan berbagai macam dilematis dari sisi bagaimana sebetulnya kerja sama harus tercipta antara sektor swasta, masyarakat di sekitarnya dan juga pemangku kepentingan lainnya.
Maria Lauranty, Country Director Oxfam Indonesia menyampaikan pentingnya kerja sama antara aktor untuk mempromosikan rantai nilai yang berkelanjutan. Degan perbaikan praktek usaha sehingga rantai pasok kelapa sawit dapat diperbaiki dan menerapkan pengelolaan budidaya yang berkelanjutan.
‘’Dalam rangka memperbaiki tata kelola kelapa sawit, pemerintah terus mendorong kebijakan rencana aksi nasional kelapa sawit. Kami ingin berkontribusi dan juga mendorong rencana aksi nasional dan rencana aksi daerah dapat terus mendorong upaya bersama sehingga tata kelola pembangunan berkelanjutan dapat tercapai di sektor ini,’’ ucapnya saat dialog multi pihak, Selasa (7/2/2023).
Baca Juga: Pabrik Kelapa Sawit Tanpa Kebun yang Masuk Sumatera Selatan Dievaluasi
