Dan menurut Presiden Jokowi, usulan dan wacana itu ada 3 makna, yaitu: "Satu ingin menampar muka saya. Yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka. Yang ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja."

Maka menilik kalimat yang digunakan Jokowi dalam merespon isu ini, lugas dan tegas, tentu cukup memukul rasa dan adab mereka yang mencoba menggulirkan wacana 3 periode tersebut.

Jadi jika kita menggunakan nalar rasional, menyimak jawaban Presiden itu, dengan pilihan kalimat yang relatif keras, sesungguhnya sudah cukup buat elit politik untuk lebih kreatif mencari isue baru, jika memang sengaja ingin “mendinamisir” perpolitkan di tanah air.

Kalau tetap isu itu dimainkan, maka dengan tegas juga kita katakan elit politik saat ini telah melupakan kecerdasannya sendiri dan tidak kreatif dalam menciptakan diskursus baru di era digital yang sudah memasuki revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Dan ini akan melestarikan senyum sinis dan tawa masyarakat terhadap mereka sendiri.

Baca juga: Membaca Ulang Perpres No 10 Tahun 2021