Ia berharap bukan hanya DPRD saja yang menyoroti fenomena ini. Para tokoh dan pemerhati budaya Buton juga patut mempertanyakan itu. Sebab itu berkaitan dengan sejarah panjang kebesaran Kesultanan Buton.

Baca Juga: Tambah Libur, ASN Muna Bersiap Disanksi

"Bagaimana mau dikatakan Bapak Pembangunan kalau membangun patung saja tidak berhasil. Dan tokoh budaya di Busel dan Buton pada umumnya juga harus mempertanyakan itu," tambahnya.

Aliadi meminta patung-patung itu dibongkar karena menurutnya, itu memalukan daerah.

"Kalau seperti Gajah Mada mungkin masih boleh karena wajahnya terlukis dalam sejarah nasional kita walaupun itu masih dalam perdebatan pada tingkat sejarahwan. Tapi kalau Lamaindo dengan Syekh Abdul Wahid ini tidak boleh dibiarkan. Pelecehan sejarah ini," pungkasnya.