Baca Juga: Kejari Bidik Tersangka Lain pada Kasus Dugaan Korupsi Bandara dan Pembangunan TPS di Kolaka Utara

Sementara itu, Humas PT RJL, Muhammad Awaluddin membantah, jika perusahannya mengerahkan oknum preman bersenjata tajam untuk menghadang warga yang melakukan protes.

"Tidak benar kami kerahkan preman. Yang ada mereka itu karyawan perusahaan kami. Justru, warga tersebut yang bertindak premanisme dalam melakukan aksi di kawasan kami," tegasnya.

Ia juga membantah, jika pihak perusahaan melakukan penyerobotan lahan warga. Kawasan yang mereka garap menurutnya telah dibebaskan seluruhnya lengkap dengan bukti tiga kepemilikan sertifikat pemilik sebelumnya.

"Itu tidak benar. Jika merasa diserobot silahkan mengadu ke kantor polisi dengan bukti-bukti yang dimiliki. Kami juga menghargai proses hukum yang berjalan," tantangannya. (B)