Lebih lanjut, kata Suryadi, untuk saat ini pihaknya memang tidak bisa pungkiri dari sisi efisiensi dan efektivitas belajar pada saat daring ini banyak menemui kendala dan permasalahan. Jauh berbeda dari tatap muka, terutama dari segi layanan pembelajaran kepada murid.
Misalnya, pada saat zoom atau daring ada beberapa siswa yang tidak memahami materi-materi pelajaran tertentu, karena adanya keterbatasan dan kendala seperti jaringan.
Tapi jika di PTM kali ini sudah jelas sangat berbeda. Pasalnya, karena murid langsung bertatap dengan gurunya, sehingga jika ada hal-hal yang kurang dimengerti, murid dapat bertanya langsung dan ini menjadi pembeda proses belajar daring dengan PTM.
"Jadi di PTM ini kita harus benar-benar manfaatkan ketertinggalan proses belajar saat daring kemarin kita perbaiki diproses PTM ini," katanya.
Baca Juga: Kemenag Konawe Siap Sosialisasikan Aturan Pengeras Suara Masjid dan Musala
