Effendy pun malah menunjukkan suara terkesan “ngedumel,” tidak bisa “move on,” dengan mengungkit keputusan di awal pemerintah yang tak melakukan lockdown malah memilih pembatasan kegiatan masyarakat.
Sayangnya, suara mengkritik dari Puan Maharani lebih banyak bersuara keras di luar (terhadap pemerintah). Dalam beberapa hari ini masih di minggu ini, Puan malah dianggap tak peduli. Ketika Sekjen DPR membuat Surat Edaran terkait Penyediaan Fasilitas Isolasi Mandiri (Isoman) bagi Anggota DPR yang terpapar tanpa gejala (OTG) maupun gejala ringan, tetapi Pimpinan DPR termasuk Puan tak bersuara terkesan mendiamkan dan setuju dengan keputusan itu.
Namun, ketika suara-suara anggota DPR yang merepresentasikan 9 partai politik di Senayan, memberikan suara menolak fasilitas isoman di hotel untuk anggota DPR, baru hari ini Puan bersuara meminta Sekjen DPR mengevaluasi kembali rencana penyediaan fasilitas isoman yang berasal dari lingkungan DPR tersebut (Wartaekonomi, 2021).
Baca juga: Rapor Merah Pemerintahan Jokowi dalam Penanganan Pandemi COVID-19
Baca juga: PPKM Darurat dan Komunikasi Buruk Pemerintah
