Ganot menyebut pengendalian kadar insulin penting bagi perempuan, khususnya yang mengalami gangguan hormonal seperti polycystic ovary syndrome atau PCOS. Resistensi insulin yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormon dan berdampak pada siklus menstruasi yang tidak teratur.
Karena itu, pengaturan pola makan selama puasa dinilai memberi ruang bagi tubuh untuk memperbaiki respons metaboliknya.
"Puasa, khususnya puasa intermiten atau puasa Ramadan, dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi penderita PCOS, seperti membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kadar insulin dalam darah menjadi lebih stabil," jelasnya, seperti dikutip dari Validnews, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Dorongan Hubungan Ranjang saat Bulan Puasa Naik, Begini Penjelasan Medis dan Cara Tangkalnya
Ia menambahkan, kadar insulin berlebih dapat memicu ovarium menghasilkan androgen atau hormon testosteron dalam jumlah tinggi. Produksi hormon tersebut berpotensi memperparah gejala PCOS serta menghambat pelepasan sel telur. Gangguan ini kemudian memengaruhi peluang terjadinya pembuahan secara alami.
