Meski tak dapat memberikan kerangka waktu yang tepat, para peneliti mengatakan sebagian besar bisa terjadi pada tahun 2100 mendatang. Hasil mengejutkan juga merupakan perkiraan terendah karena tidak memperhitungkan pemanasan di masa depan.
"Ini batas bawah yang konservatif. Iklim hanya akan terus memanas di sekitar Greenland untuk komitmen yang lebih besar," dikutip dari cnbcindonesia.com.
Mengutip sindonews.com, Laporan hasil studi Komisi Cryospheric (CC) di Swiss Academy of Sciences mengungkapkan skala drastis pencairan gletser yang kini terlihat semakin parah.
Baca Juga: Berdasarkan Penelitian Singapura, Sejumlah Kota di Negara Ini Akan Tenggelam
"2022 adalah tahun bencana bagi gletser di Swiss. Semua rekor pencairan es telah dipecahkan," kata CC, menambahkan bahwa pencairan dua persen dalam 12 bulan sebelumnya dianggap 'ekstrem'.
