Menurutnya, saat kenaikan dari 10 USD ke 13 USD saja para penambang sudah menyampaikan keberatan. Bahkan kata dia, dalam rencana pertemuan untuk proses negosiasi, pihak perusahaan disebut telah menyampaikan angka 13 plus 2, yang berarti total 15 USD.
“Pada saat mau pertemuan untuk tahap negosiasi, mereka sudah sampaikan 13 plus 2. Artinya, yang 13 saja mau dinego, tiba-tiba kami dikagetkan lagi dengan pernyataan bahwa sudah 15 USD,” jelasnya.
Erwan menilai, tidak adanya sosialisasi membuat para penambang merasa dirugikan dan seolah-olah dijebak dengan kebijakan baru tersebut.
“Kalau mungkin disosialisasikan dengan baik, harusnya bisa didudukkan bersama. Bisa dibahas dalam briefing dan jadi kesepakatan bersama, sehingga tidak menimbulkan polemik seperti ini,” katanya.
