"Oh, banjir kasihan, ini masih belum (lebih parah) pak. Kita ini sudah puluhan tahun tinggal di sini, kapan hujan sampai malam, lari mi orang-orang, mengungsi di mesjid besar. Di mesjid besar terus kita kalau banjir," tegas seorang lansia, Hj. Mohaya.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Endang mengatakan, banjir kali ini adalah banjir yang keenam kalinya semenjak bulan Ramadhan lalu dan merupakan banjir yang terdalam dari yang pernah terjadi sebelumnnya.
Endang menambahkan, terdapat 14 rumah warga yang terendam banjir, tidak termasuk wilayah RT sebelah.
Baca Juga: Polda Sulawesi Tenggara Mediasi Penghina Suku di TikTok
Lebih lanjut, Endang berharap agar pemerintah Kota Kendari dapat bertindak memberikan solusi tuntas terhadap banjir yang dialami warganya. Tidak hanya sekedar memberi bantuan sembako.
