Karena itu, mereka terpaksa melakukan pemupukan hanya sekali yang harusnya berlangsung sebanyak tiga kali. Soal pengairan dan ketersediaan pestisida hama tidak ada kendala.
Baca Juga: Ribuan Petani di Kolaka Utara Bakal Kebagian 9.212 Ton Pupuk Subsidi
"Saya harap pemerintah mendengar keluhan para petani. Pupuk sulit," tukasnya.
Senada, Munir, salah satu anggota kelompok tani Marannu, Desa Rante Baru, Kecamatan Rante Angin mengemukakan, kuota pupuk subsidi yang mestinya mereka terima dari pengecer, tidak tersedia. Diduga telah dijual kembali di tempat lain.
"Pupuknya kosong. Katanya sudah dijual kembali. Kami sudah sampaikan jika pupuk itu hak kami karena didaftarkan atas nama kami," ujar Munir.
