Baca Juga: Tak Beralas Kaki, Pemulung Ini Tiap Hari Menyusuri Jalan Raya
Walau telah menempuh jalan yang cukup jauh, Fina hanya sedikit memperoleh botol bekas. Kadangkala ia hanya memperoleh Rp 20.000 sampai Rp 50.000 dari barang bekas yang ditimbangnya, namun ia lebih sering mendapat penghasilan yang tidak tetap setiap harinya membuat kehidupannya menjadi begitu sulit.
Di siang terik matahari, dengan wajah yang terlihat berkeringat serta tubuhnya yang terasa lemas, Fina mulai bercerita bahwa dirinya merantau sejak SMP demi bisa bertahan hidup.
"Saya dari Raha, cari kerja di sini saat SMP. Saya pernah kerja di toko elektronik di Wua-wua sana. Tapi saya berhenti karena menikah," tuturnya.
Sejak SMP Fina mulai mandiri. Tidak seperti anak-anak seumurannya, Fina harus berjuang seorang diri dan harus putus sekolah demi mencari biaya kesana-kemari agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup.
