Terkait rapid test, Jazilul meminta agar pemerintah menghitung kembali skema rapid test kepada masyarakat. Seharusnya disediakan dengan cara yang murah karena Indonesia menggunakan produk lokal buat anak negeri.
Baca juga: Pelaku Curanmor Beraksi di Konsel, Ditangkap di Koltim
“Saya dengar produk dalam negeri sudah ditemukan. Mestinya kan murah itu,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menekankan perlunya sosialisasi dalam kegiatan rapid test. Petugas yang berada di lapangan diharap mengetahui mana orang yang mampu atau tidak membayar rapid test. “Bila tidak mampu ada kualifikasinya,” ucapnya.
“Intinya jangan lagi masyarakat yang sudah susah, ditambah lagi bebannya. Biaya rapid test bisa buat belanja masyarakat kecil untuk hidup setengah bulan,” tuturnya.
