Baca juga: Merugi dan Nyaris Gulung Tikar, Pedagang Rombengan Lawata Memilih Bertahan

Sehingga memiliki CHSE juga mendapatkan pengakuan supaya pelaku usaha tetap eksis walau dalam kondisi pandemi. Sebab telah memegang sertifikasi tersebut.

“Siap tidaknya, destinasi pariwisata bisa dilihat dari sertifikasi CHSE. Apalagi CHSE menjadi jaminan kesehatan pengunjung selama di destinasi. Oleh karena itu, bagi pelaku sektor pariwisata untuk segera mengurus CHSE ini,” ujarnya.

Politisi Nasdem itu juga menyebut, 74 persen konsumen Indonesia ingin kembali berlibur jika wabah COVID-19 telah usai. Sehingga Tina Nur Alam berharap para pelaku usaha pariwisata untuk optimis.

“Kami juga mendorong industri pariwisata, bisa serius mengelolah framing destinasi pariwisata via digital, khususnya media sosial (medsos). Karena melenial adalah pasar potensial di era digital ini. Maka kedepan harus berbenah agar pariwisata ini lebih dekat dengan anak-anak muda yang lebih dekat dengan dunia digital,” tambah Tina Nur Alam. (B)