Sampah tersebut nantinya akan dikumpulkan selama sebulan dan setiap bulannya DKP akan memberikan kompensasi dari sampah yang terkumpul, satu kilogram sampah akan dihargai setara satu kilogram ikan.

DKP melaporkan jumlah sampah yang telah terkumpul sejak awal Oktober 2022 lalu sampai kemarin, Rabu (26/10/2022) mencapai seberat 6.913 ton sampah. Belum lagi hari ini, Kamis (27/10/2022) digelar pembukaan BCL yang menghasilkan 6,7 ton sampah dari kegiatan pemungutan sampah oleh masyarakat.

Bukan tanpa alasan, Kardini mebeberkan besarnya potensi laut Indonesia mencapai 75 persen yang bisa digali apabila masyarakat berkomitmen untuk menjaga kebersihan laut. Belum lagi potensi laut di Sulawesi Tenggara, dari 17 kota/kabupatennya semua mempunyai wilayah laut, kecuali Kolaka Timur.

Tempat sama, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio menjelaskan dampak bahaya dari menumpuknya sampah di lautan. Menurutnya, lautan yang dipenuhi sampah khususnya sampah plastik akan ikut termakan oleh ikan-ikan yang hidup di laut.

Baca Juga: Soal Pasar Basah Mandonga, PT Kurnia: Tak Penuhi Kewajiban Karena Harga Kios Tidak Naik