Sebab hati yang baik jadi indikator seseorang itu baik. Rasul bersabda: Sesunguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, dan kalau daging tersebut baik maja baiklah seluruh tubuhnya dan begitu sebaliknya (H.R. Al Bukhari).

Baca Juga: Sang Akademisi yang Moralis

KH Aa Gym menyebut hati manusia itu ibarat cermin, jika tidak dirawat, tidak ditata, maka mudah terjangkiti kotoran dan debu. Tentu maksudnya debu-debu dosa.

Ibnu Qayum Al Jauziah, melihat hati manusia yang terdiri dari hati yang sakit (gelisah), hati yang mati, hati yang selamat. Semoga kita semua dapat menata hati menjadi qalbun salim, yakni hati yang tenang, hati yang tidak gelisah dan pikiran yang tenang.

Jangan ada dendam, jangan ada kebencian berlebihan, jangan ada dusta. Hadirkan kejujuran karena kejujuran mengantarkan seseorang masuk dalam surga dengan ridho Allah SWT. (*)