Menurutnya, boleh jadi ada motif politik tertentu di balik kasus yang membingungkan masyarakat tersebut.
Baca Juga: KPK Temukan 70.350 Pejabat Belum Setor Harta Kekayaan 2022
"Saya pun siap menantang supaya Pak Mahfud buka sejelas-jelasnya apa yang Bapak sampaikan itu tidak menjadi pertanyaan atau spekulasi atau analisis di publik. Karena spekulasi itu sangat jelek," kata Benny K. Rahman.
Diketahui, temuan informasi transaksi mencurigakan di Kementerian Keuangan senilai Rp 349 triliun diawali pernyataan Mahfud MD.
"Saya sudah dapat laporan yang pagi tadi malah ada pergerakan mencurigakan sebesar Rp 300 triliun, di lingkungan Kementerian Keuangan yang sebagian besar ada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai," kata Mahfud saat itu. (C)
