"Tradisi ini selalu mengedepankan agama dengan tidak manduakan Allah. Tujuanya agar warga desa terhindar dari berbagai macam penyakit," kata Baharuddin.

Pria yang kerap disapa Lopa Tiger itu menerangkan, ritual kaago-ago sudah dilakukan sebelum adanya pademi COVID-19. Ritual sering dilakukan masyarakat saat akan memulai masa tanam. Tujuannya juga sama, agar tanaman dapat tumbuh subur.

Baca juga: Kisah Pengajar Asal Kendari di Amerika, Tak Bisa Pulang Akibat Wabah COVID-19

"Ritualnya berdoa meminta pada Allah agar dihindarkan dari segala macam mara bahaya," ujarnya.  

Selain melakukan ritual kaago-ago, Pemerintah Desa (Pemdes) juga tak luput melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk selalu menjaga interaksi sosial antar sesama. Kemudian, melakukan pendataan terhadap warga yang baru tiba dari perantauan serta melaukan penyemprotan disinfektan di tempat umum dan pemukiman warga.