Baca Juga: Ketua DPRD Sulawesi Tenggara Imbau Perbankan Tak Hanya Sediakan Kredit Konsumtif
Dengan masalah tersebut, akan meningkatkan kecenderungan masyarakat untuk menghindari menginap di hotel. Hal ini tentu akan berdampak kepada pelemahan usaha perhotelan, khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai destinasi wisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Belli Harli Tombili mengatakan, rancangan tersebut perlu dipertimbangkan dengan matang bersama pelaku industri perhotelan.
Terlebih Indonesia sebagai negara yang cukup kuat sektor pariwisatanya dan mendatangkan wisatawan asing, yang secara moril mempunyai budaya yang berbeda dengan masyarakat Indonesia.
“Perlu hati-hati untuk menetapkan suatu kebijakan, pelaku industri kalau memang arahnya kita ingin mengembangkan pariwista Indonesia dengan memanfaatkan kedatangan wisatawan asing, hal-hal seperti itu suara-suara industri perlu dilibati,” ucap Belli.
