Tim ketiga membawakan materi Efektivitas Edukasi DAGUSIBU dalam Meningkatkan Rasionalitas Penggunaan Obat ISPA di Masyarakat Desa Pesisir. Tim ini dipimpin Risky Juliansyah Putri dengan anggota Dr. apt. Nikeherpianti Lolok, Dr. apt. Wa Ode Yuliastri, apt. Putri Mega Wijayanti, Muhammad Sutab Rafly, dan Radya Yuliastuti Hadirin.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Disomasi Masyarakat Adat Tolaki, Diminta Evaluasi IUP PT SCM di Routa Konawe

Tim keempat mengangkat tema Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Herbal untuk Pencegahan Penyakit Degeneratif. Tim tersebut dipimpin apt. Firhani Anggriani Syafrie bersama apt. Nur Herlina Nasir, Dr. apt. Mus Ifaya, Dr. apt. Citra Dewi, apt. Jastria Pusmarani, Mutia Syahyu Wardani, dan Bayina Difya Marsha Zalila.

Tim kelima memberikan pelatihan Pembuatan Wedang Jahe Kombinasi Jeruk Nipis sebagai Minuman Kesehatan yang diketuai apt. Dian Rahmaniar Trisnaputri dengan anggota apt. Nurhyuni, apt. Juliana Baco, apt. Mulyadi Prasetyo, apt. Fitriani, Imelya Putri, dan Nurul Asikin Natasya.

Sementara itu, tim keenam memperkenalkan Pelatihan Pembuatan Permen Gummy Berbahan Madu dan Jeruk sebagai Camilan Sehat Penunjang Sistem Imun. Tim tersebut dipimpin apt. Wa Ode Ida Fitrian bersama Dr. apt. Himaniarwati, Dr. apt. Silviana Hasanuddin, Ikaningtyas Kartika Dewi, Miftah Alfiyah Dahlah, dan Bintang Natali.