Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan, terkadang pekerjaannya tersebut mendapat cemohan dan respon negatif dari pihak keluarga sendiri, yang notabennya memiliki kehidupan kelas ekonomi ke atas.

"Hanya itu saja kasian pak, saya jual nasi kuning begini selalu dipandang sebelah mata sama keluarga sendiri. Mungkin karena mereka hidupnya serba berkecukupan," imbuhnya.

Semua itu tidak membuatnya berkecil hati dan masih mensyukuri atas profesinya saat ini.

Baca juga: Corona Merampas Impian Gadis itu ke Negeri Sakura

Hadi menjual nasi kuningnya seharga Rp 5 ribu per bungkus. Dalam sehari, ia hanya mampu menjual 3 - 8 bungkus, bahkan terkadang tak ada satupun yang terjual sama sekali.