Baca Juga: Sosok Sertu Hendri: Desertir TNI AD jadi DPO Kasus Rampok dan Penembakan, Lolos dari Kepungan Aparat
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) turut mengambil langkah cepat dalam menangani kasus ini. Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menyatakan bahwa pihaknya memberikan pendampingan kepada korban, termasuk memastikan mereka mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
"Kementerian P2MI terus melakukan koordinasi untuk memastikan korban yang terluka mendapat perawatan medis yang diperlukan dan memberikan dukungan kepada keluarga korban, termasuk bantuan hukum dan pemulangan jenazah," ujar Christina Aryani di Kantor Kementerian BP2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari tribunnews.com.
Menurut Christina, identitas para korban sulit diidentifikasi karena mereka tidak membawa dokumen. Saat ini, proses penelusuran sedang dilakukan dengan bantuan atase polisi di KBRI Kuala Lumpur untuk mengungkap asal-usul para korban.
