Irfan menyebut bahwa sistem baru ini juga menjadi salah satu alasan utama permintaan kepastian kuota lebih awal dari biasanya.

Baca Juga: Heboh Petugas Haji Dilarang Dampingi Jemaah Indonesia dan Diusir Keamanan Saudi, Begini Penjelasannya

Selain soal kuota, Pemerintah Arab Saudi juga mengusulkan pembentukan gugus tugas bersama antara Indonesia dan Saudi. Gugus tugas ini bertujuan untuk memastikan keakuratan data jemaah, terutama terkait kesehatan, transportasi, akomodasi, konsumsi, serta fasilitas tenda di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Seluruh elemen ini akan dikontrol oleh task force Indonesia-Saudi,” ujar Irfan.

Masalah transportasi dan fasilitas tenda memang kembali mendapat sorotan dalam musim haji 2025. Banyak jemaah asal Indonesia yang terlambat tiba di Arafah, sementara sebagian lainnya mengeluhkan kondisi tenda di Mina yang dianggap tidak layak.