KENDARI, TELISIK.ID - Lantaran langkanya yang memiliki golongan darah AB, menempatkan pemiliknya istimewa.
Menurut Medical Daily, Stanford of School Medicine, populasi umum golongan darah AB rhesus positif hanya 3,4 persen dari seluruh populasi. Sementara itu AB rhesus negatif, lebih sedikit lagi, cuma sebesar 0,6 persen.
Sebagai informasi tambahan, pemilik golongan darah tertinggi adalah O rhesus positif sebesar 37,4 persen dari seluruh populasi; disusul A rhesus positif 35,7 persen; lalu B rhesus positif 8,5 persen.
Setelah golongan darah AB rhesus negatif, yang terendah selanjutnya adalah B rhesus negatif yang hanya sebesar 1,5 persen; lalu A rhesus negatif 6,3 persen; kemudian O rhesus negatif sebesar 6,6 persen dari seluruh populasi.
Golongan darah dipengaruhi juga oleh latar belakang etnis. Sebagai contoh golongan darah B lebih banyak ditemukan pada orang Asia daripada Kaukasia. Untuk golongan darah O lebih banyak ditemukan pada orang Latin.
