Penampilan kelompok tari asal Sultra di Istana Negara merupakan yang kedua kalinya. Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli, mengatakan dua tahun lalu Sultra juga mengirim penari dengan menampilkan Tari Lumense asal Kabupaten Bombana.

“Dua tahun lalu kita tampil pada pagi hari. Tahun ini kita akan tampil pada sore hari,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu penari Lulo Alu, Nur Hasanah Aprilia Dwiyana, menyampaikan timnya telah melakukan latihan sebanyak 15 kali dalam dua bulan terakhir. Dia menyebut kendala yang dihadapi para penari saat latihan yaitu seringkali terjepit kayu alu yang panjangnya mencapai 3 meter.

“Tarian ini berasal dari Kabaena, Sulawesi Tenggara, yang menceritakan tentang permainan anak yang menggambarkan suatu kebersamaan di suatu kampung,” tutur Dwiyana yang kerap dipanggil Anay.

Baca Juga: Andriansyah Siregar Pimpin PWI Kabupaten Konawe