Baca juga: Kisah Agus, Pemulung yang Tidak Ingin Anaknya Berhenti Sekolah
Sambil mengikuti ibunya memulung, anak-anak itu kadang turut membantu mendorong gerobak atau bahkan ikut mencari benda apa saja di bak sampah yang masih bisa ditukar dengan uang.
Profesi ini telah mereka lakukan sejak bertahun-tahun silam. Dimulai sejak awal pagi hingga siang, bahkan kadang sampai malam menjelang.
"Sampah hasil memulung setiap seminggu sekali saya timbang, harganya kurang lebih dua ratus ribu rupiah," ujar Mira.
Bisa dipastikan, nilai itu tidak akan cukup untuk menutupi kebutuhan hidup dengan anggota keluarga yang begitu banyak, meskipun ditambah dengan penghasilan suaminya yang juga pemulung.
