“Sekolah–sekolah yang mengadakan pembelajaran tatap muka secara luring di luar jaringan memang ada. Namun kebijakan sekolah tentunya dibutuhkan di sini, dimana pihak sekolah tetap memanggil anak-anak ke sekolah. Tetapi itupun harus memperhatikan protokol kesehatan, serta kapasitas di dalam ruangan tidak boleh lebih dari 50 persen. Sehingga nantinya para siswa harus diatur jaraknya," kataya, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Belum Divaksin COVID-19, Guru Dilarang Mengajar di Sekolah

Baca juga: Kuliah di Mandala Waluya, Fasilitas Lengkap dan Gak Bakal Nganggur

Rencana pembelajaran tersebut, tambah dia, sudah direncanakan sebelumnya. Namun itu harus dipertimbangkan dengan angka kasus COVID-19 di Wakatobi.

“Jika nantinya agenda itu terwujud, pihak sekolah harus menyiapkan tempat cuci tangan. Kemudian para siswa diwajibkan harus mengenakan masker dan pihak sekolah juga bisa menggunakan dana BOS untuk pembelanjaan alat-alat pencegahan Covid. Ketika hal ini terwujud anak-anak  harus betul-betul memahami arti dari protokol kesehatan," tambahnya.