BOMBANA, TELISIK.ID - Dalam kondisi mewabahnya virus COVID-19, banyak dampak yang ditimbulkan oleh pandemi ini utamanya di sektor perekonomian.
Pengangguran contohnya, dengan semakin meluasnya virus COVID-19 di Indonesia sampai saat ini. Hal yang sama juga dirasakan di daerah Kabupaten Bombana.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Bombana, Muh. Subur mengungkapkan, hingga tahun 2019 sebelum pendemi COVID-19, Kabupaten Bombana adalah kabupaten dengan jumlah pengangguran terendah yaitu 2,4 persen dari jumlah angkatan kerja, yakni 2191 dari 89.655 angkatan kerja.
Kemudian pada tahun 2020, bersamaan dengan pendemi, angka pengangguran alami peningkatan. Berdasarkan data statistik Bombana berada pada angkat 2,7 persen atau 2.584 dari total angkatan kerja 94.466.
Baca Juga: Polda Sumut Pastikan Tak Akan Keluarkan Izin Perayaan Malam Tahun Baru 2022
