KENDARI, TELISIK.ID - Sejak pandemi COVID-19 berlangsung hingga saat ini, para penampung atau pembeli kulit sapi kurban mengeluh. Pasalnya, sejak mewabahnya COVID-19, jumlah hewan kurban berkurang setiap tahunnya.

Penampung kulit sapi di Jalan R. Suprapto Kelurahan Puuwatu, Kota Kendari, Daeng Juma, mengatakan, dua tahun lalu sebelum mewabahnya  COVID-19 di  Kota Kendari, setiap hari raya kurban, dia bisa membeli ratusan kulit sapi yang kemudian dijualnya kembali di Surabaya.

Sebagai penampung dan pembeli kulit sapi hewan kurban, ia mengaku kini kesulitan mendapatkan kulit sapi. Kalau dulu dia bisa membeli kulit sapi hingga 8 ton per hari, dengan harga Rp 4.000 per kilogram untuk kulit sapi basah.

Baca juga: PPKM Mikro di Kendari Berakhir, Pemkot Tunggu Instruksi Mendagri

Baca juga: Sapi Kurban Jokowi di Kendari Diberi Nama Ipin, Pernah Menang Kontes