Kebangkitan bukan untuk menghilangkan orang miskin, tapi dengan nurani, otak, dan kerja, kita meniadakan kemiskinan. Buang jauh-jauh aku, saya, kami, kamu, kalian, dan mereka ketika persoalan kemanusian harus menjadi milik kita.

Baca Juga: Catatan Akhir Tahun 2024: Mempertimbangkan Kepemimpinan Presidium sebagai Kepemimpinan Kolektif Kolegial Organisasi IDI

Bersatulah di jiwa dalam raga Indonesia, bukan pekik "lu lu gua gua" dalam keseolah-seolahan terbuka, sehingga jauh nyata dari upaya. Mari semua menjadi kita.

Jangan beri arti dan tempat bagi popularitas yang mudah dibaca  cuma sebagai pemanis belaka. "Omong doang" itu tak guna, sebab jawaban selalu muncul setelahnya. Jangan lantaran tak tercapai cita, lantas ikut bergabung bersama yang asal banyak saja.

Saudaraku bumi sudah semakin tua. Tetapi, langkah tak boleh surut, sebab hanya akan menghapus semua upaya, termasuk gema pekik para pendiri bangsa kepada dunia. Para pendiri bangsa itu memang sudah laya raga. Tetapi, ini waktu adalah untuk bersama menatap dan melangkah ke muka hingga terwujud kita.