Keputusan tersebut berdampak luas karena selat itu menghubungkan Teluk Oman dan Teluk Persia dengan Laut Arab, serta menjadi titik vital perdagangan energi dunia.
Data pelayaran internasional menunjukkan sekitar 20 persen konsumsi minyak global dan seperlima perdagangan LNG melewati rute tersebut. Negara anggota OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengandalkan jalur itu untuk ekspor minyak mentah, sementara Qatar menyalurkan hampir seluruh LNG melalui lintasan yang sama.
Sejumlah perusahaan pelayaran dan pedagang energi dilaporkan menunda pengiriman untuk sementara waktu sambil menunggu kejelasan keamanan. Situasi ini menambah tekanan pada rantai pasok global serta memicu penyesuaian kontrak pengiriman di beberapa pasar Asia.
Di tengah perkembangan tersebut, pemerintah Indonesia menunggu hasil kajian resmi DEN sebagai dasar penentuan langkah lanjutan. Evaluasi itu akan mencakup skema pengamanan stok, diversifikasi pasokan, serta perhitungan dampak fiskal terhadap subsidi energi, agar distribusi dalam negeri tetap berjalan normal. (C)
