Sejurus dengan itu, Wakil Ketua DPRD Sultra, Herry Asiku mengatakan, suasana kebatinan masyarakat saat ini tidak menghendaki adanya orang baru yang masuk di wilayah Sultra.

"Teman pun sekarang kita waspada, apalagi orang baru yang berasal dari asal penyakit itu. Pastinya kebatinan kita menolak," paparnya.

Baca juga: Bansos Bermasalah, Ketua MPR: Masyarakat Lapor Jika Ada Pungutan Liar

Ketua DPD I Partai Golkar Sultra itu juga menuturkan, perusahaan sebesar PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) seharusnya dapat memikirkan tenaga kerja lokal dan tidak harus mendatangkan 500 TKA asal China.

"Masa puluhan juta jiwa masyarakat kita tidak ada yang memiliki skill sama dengan 500 TKA itu. Saya pikir tenaga pengganti itu ada," ucapnya.