SLB sendiri memiliki beberapa tingkatan di antaranya:

SLB A: Sekolah yang diperuntukkan bagi anak tunanetra. Mereka biasanya memiliki hambatan dalam indra penglihatan, sehingga strategi pembelajaran yang diberikan di sekolah ini harus mampu mendorong mereka memahami materi yang diberikan oleh para guru. Di SLB A ini, media pembelajarannya berupa buku braille serta tape recorder.

Baca Juga: Dikbud Sulawesi Tenggara Maksimalkan Kurikulum Merdeka Belajar pada Siswa SMA, SMK dan SLB

SLB B: Sekolah yang diperuntukkan bagi anak yang memiliki kekurangan dalam indra pendengaran atau tunarungu. Media pembelajaran yang diberikan di sekolah ini yakni membaca ujaran melalui gerakan bibir atau metode oralism. Selain itu, media lainnya yakni melalui pendengaran dengan alat pendengaran yaitu implan koklea dan alat bantu mendengar.

Suasana pameran hasil karya siswa SLB di kegiatan Hari Disabilitas Internasional. Foto: Nur Khumairah/Telisik