Untuk mengatasi permasalahan ini, Balai Bahasa Provinsi Sultra telah memulai upaya revitalisasi bahasa daerah pada tahun 2024. Fokus awal dari revitalisasi ini adalah Bahasa Tolaki, yang berdasarkan penelitian menunjukkan kemunduran yang signifikan.

“Kami memulai revitalisasi Bahasa Tolaki di tujuh kabupaten/kota, yaitu Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka Utara, Kolaka Timur, dan Kota Kendari,” jelas Cahyo.

Setelah revitalisasi Bahasa Tolaki, Balai Bahasa berencana untuk menambah satu bahasa daerah lagi yang akan direvitalisasi pada tahun depan. Hal ini dilakukan karena keterbatasan pendanaan dan jumlah sumber daya manusia.

Cahyo menilai bahwa peran masyarakat sangat penting dalam melestarikan bahasa daerah. Sebuah bahasa tidak akan punah selama penuturnya masih aktif menggunakannya dalam kehidpan sehari-hari.

Baca Juga: Sidang MK Gugatan Pilgub Sulawesi Tenggara 2024 Jumat Siang, Bisa Disaksikan di Kanal Ini