Korban ditemukan sudah dalam keadaan mengapung dan kaku tidak bernyawa dengan posisi terlentang menindih alat setrumnya, serta alat setrum masih dalam keadaan aktif.
Berdasarkan penuturan anaknya saat ditemukan, anak korban langsung memotong tali yang berada di pundak korban yang mengikat pada alat tersebut dan membawa pulang ke rumahnya. Kemudian ia menyebut aki yang dipakai untuk mencari ikan sangat tinggi yaitu 40 ampere.
Baca Juga: Puluhan Masyarakat Duduki Jety PT FBS Aktivitas Lumpuh Total
Miskani menceritakan, korban tersetrum aki bukan yang pertama kalinya. Setiap melakukan pencarian ikan ia sering tersetrum. Namun baru kali ini yang membuatnya meninggal dunia.
Wakapolsek Tikep, Ipda La Menudi berada di rumah duka bersama kades, berdasarkan informasi yang didapatkan, pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum terhadap korban.
